Batu Ratapan Angin

Jika kamu ingin liburan dengan wisata alam yang beragam, maka jawabannya adalah menuju ke kawasan wisata Dieng.

Adapun kamu tidak akan pernah habisnya untuk membahas wisata yang ada di Dieng jika kamu tidak menjelajahi Dieng secara keseluruhan.

Salah satu wisata yang juga banyak dikunjungi oleh wisatawan di Dieng adalah Batu Ratapan Angin. Penasaran? Berikut review singkatnya.

Daya Tarik Batu Rapatan Angin

Batu Pandang Ratapan Angin di Dieng
Foto: Piknikly.com

Kawasan dataran tinggi Dieng bisa dibilang sebagai wisata alam yang cukup komplit. Seperti yang dilansir pada halaman https://piknikly.com/ menyebutkan bahwa wisata Batu Pandang ini wajib kamu sambangi.

Batu Ratapan Angin merupakan spot terbaik untuk menikmati keindahan telaga warna dan telaga pengilon dari ketinggian. Disini, kamu dapat melihat dengan jelas panorama alam dari telaga yang kerap berganti warna ini.

Rute ke Batu Ratapan Angin

Apabila kamu memang sengaja untuk menghabiskan waktu liburan di dataran tinggi Dieng, memang sangat pas untuk mengunjungi spot yang satu ini. Lokasinya berada di desa Dieng Wetan, kecamatan Kejajar dan masuk dalam daerah kabupaten Wonosobo.

Apabila kamu dari pusat Wonosobo, maka jarak yang ditempuh ialah 27 km. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, kamu membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit untuk sampai ke titik ini.

Karena tergolong sebagai destinasi utama, maka untuk menuju ke lokasi ini tidak terlalu sulit. Masih bisa dijangkau dari beberapa wisata lainnya seperti Kawah Sikidang maupun Candi Arjuna.

Jika kamu sudah sampai di pertigaan gapura Selamat Datang di Dieng, ambil arah ke selatan atau belok ke kiri. Lurus terus hingga menemukan pertigaan yang merupakan perbatasan antara Banjarnegara dan Wonosobo. Nah, sebelum perbatasan itulah lokasi Bukit Ratapan Angin berada.

Panorama Batu Ratapan Angin

Adapun sudah dijelaskan sebelumnya jika kamu mengunjungi wisata yang satu ini, maka yang kamu lihat adalah pemandangan dan keindahan yang diberikan oleh telaga warna dari ketinggian.

Hal ini dikarenakan Batu Ratapan Angin ini merupakan sebuah bukit diatas kedua telaga yang cukup ikonik tersebut.

Untuk mencapai bukit ini, kamu dibutuhkan sedikit trekking dan mendaki. Namun, perjalanan kamu akan terbayar dengan melihat luasnya telaga warna yang biasanya kamu kunjungi secara dekat.

Sejarah Batu Ratapan Angin

Konon terdapat sejarah pada batu tersebut. Jadi ceritanya ada seorang suami yang mengetahui atau mencurigai bahwa sang istri berselingkuh.

Karena sang suami mengetahui perselingkuhan tersebut, makanya sang istri dan orang ketiga tersebut dikutuk menjadi batu.

Konon batu yang membungkuk adalah sang istri dan yang berdiri adalah orang ketiga. Jika terdengar suara pada saat angin berhembus ke batu tersebut, menandakan adanya ratapan dari sang istri karena telah berselingkuh.

Tentu ini hanyalah cerita mitos belaka yang menjadi asal usul penamaan wisata ini.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke Batu Ratapan Angin sangatlah murah. Kamu hanya perlu membayar Rp. 10.000 saja untuk satu orang.

Kamu bisa datang ke batu ratapan angin sendiri atau bersama teman-teman jika ingin suasananya ramai. Karena keindahan ini bisa dinikmati oleh siapa saja sehingga pergi sendiri atau ramai pun juga menjadi salah satu kenikmatannya.

Nah, cukup menarik bukan? Yuk segera agendakan untuk berkunjung ke Batu Ratapan Angin dan mengabadikan momen dengan backgroud alam yang indah.

Tags: