Hukum Aqiqah Bagi Orang yang Sudah Meninggal

Aqiqah dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran seorang anak dengan menyembelih kambing.

Di Indonesia sendiri, tradisi aqiqah biasanya diselenggarakan dengan adat masing-masing daerah. Bahkan, ada pula yang mengaqiqahkan orang yang sudah meninggal. Lalu bagaimana pandangan Islam tentang hal ini? Mari simak penjelasannya berikut.

Hukum Aqiqah Bagi Orang yang Sudah Meninggal

Menurut beberapa jumhur ulama, hukum aqiqah ialah sunnah muakkad dan berlaku pada anak yang baru saja lahir serta masih hidup. Pelaksanaannya ialah pada hari ke 14 sampai dengan 21 hari setelah anak tersebut lahir.

Terdapat sebuah anggapan jika seorang anak yang meninggal namun tidak diaqiqahi maka syafaat yang diberikan kepada orang tua nanti di akhira tidak akan sampai. Padahal, tujuan diadakannya aqiqah ialah untuk mengusir setan dari anak yang baru saja lahir. Hal ini sesuai dengan hadits berikut:

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.” (HR. Ahmad (5/12), Abu Dawud no. 2837, at-Tirmidi no. 1522, dll, dinyatakan shahih alam Shahih al-Jami’ no. 4541).

Hadits tersebut berarti bahwa anak yang diaqiqahi akan terbebas dari tawanan setan. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan dari Imam Ibnul Qayyim rahimullah.

Lalu, bagaimana hukum mengaqiqahkan orang tua yang sudah meninggal? Ali bin Abi Thalib menjelaskan:

“Sesunguhnya Rasulullah SAW memerintahkan kepadaku agar berkurban atas nama beliau untuk selama-lamanya, maka aku berkurban atas nama beliau untuk selama-lamanya.” (HR, Abu Dawud, al Tirmidzi dan al Baihaqi).

Nah, dari hadits tersebut kemudian al-Baihaqi menyimpulkan bahwa berkurban untuk orang yang sudah meninggal maka hukumnya diperbolehkan. Imam Abu Zaariya Muhyiddin Yahya bin syaraf al-Nawawi dalam kitab al Majmu’ Syarh al Muhadzab menjelaskan bahwa apabila seseorang berkurban atas nama orang lain tanpa izin darinya maka tidak sah.

Imam Abu al Hasan al “Ubbadi juga menjelaskan jika berkurban atas nama orang yang telah meninggal, hal tersebut mutlak dibolehkan karena merupakan bagian dari sedekah.

Dari pembahasan tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan hukum mengaqiqahi orang tua yang sudah meninggal, yaitu:

  1. Tidak diperbolehkan untuk mengaqiqahi orang tua yang sudah meninggal kecuali sudah diwasiatkan oleh orang tua tersebut semasa hidupnya.
  2. Diperbolehkan secara mutlak apabila terdapat wasiat saat masih hidup atau sudah meninggal tanpa meninggalkan wasiat.

Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua yang Sudah Meninggal

Dilansir dari https://www.dakwahdaily.com, bahwa sejatinya sebagai anak haruslah berbakti kepada kedua orangtuanya baik selama masih hidup ataupun telah meninggal dunia.

Ketika kedua orang tua masih hidup Anda bisa berbakti dengan berbuat baik dan menyenangkan mereka. Lalu, bagaimana jika salah satu atau kedua oang tua sudah meninggal? Berikut kewajiban anak terhadap orang tua yang telah meninggal dunia.

  1. Menjaga nama baik orang tua.
  2. Menjalin silaturahmi secara baik dengan keluarga dan saudara.
  3. Melunasi semua hutang orang tua.
  4. Menyebarkan ilmu yang bermanfaat dan bersikap baik dengan orang lain.
  5. Bersedekah atas nama orang tua.
  6. Berkunjung dan bersilaturahmi ke kerabat dan teman yang dikenal baik oleh orang tua.
  7. Senantiasa mendo’akan orang tua setiap waktu.

Orang tua yang telah tiada sangat mengharapkan do’a yang dikirim oleh anak-anaknya. Oleh karena itu, jangan pernah lupakan do’a untuk orang tua yang telah meninggal di akhir sholat Anda.

Selain itu, Anda juga bisa bersedekah atas nama orang tua. Jika Anda tetap ingin mengaqiqahi orang tua yang sudah meninggal dunia, maka hal tersebut diperbolehkan dengan niat untuk sedekah atas nama orang tua.

Tags: